sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Terbaru

Kiprah Dewan

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Agenda Struktur

Kabar DPC

Pelayanan

Kaderisasi

Perempuan

Kolom

Galery Kegiatan

Imam Mardjuki "ngantor" di tengah warga
Semarang, pkssemarang.org - Setelah dilaktik menjadi anggota dewan DPRD Kota Semarang, Imam Mardjuki lebih banyak sibuk berkeliling ke daerah pemilihannya. Aktifias ini ia lakukan untuk menjalin hubungan yang erat dengan rakyat setelah ia terpilih kembali.

Imam mengatakan, ia tidak ingin ada kesenjangan antara dirinya dan warga. Dan tidak ingin dikatakan sebagai Anggota Legislatif yang lupa dengan janji dan komitmennya setelah kembali memperoleh kursi dewan.

"Mengunjungi warga seperti ini biasa saya lakukan supaya antara dewan dan masyarakat tidak ada kesenjangan. Dewan bisa dekat dengan masyarakat, begitu pula masyarakat bisa dekat dengan wakilnya. Dengan begitu masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya tanpa ada beban," Kata Imam.

Imam berkeliling ke kampung-kampung selain kembali menyerap aspirasi, juga meninjau pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan atas advokasi imam. Imam ingin memastikan pembangunan tersebut berjalan sebagaimana mestinya dan benar benar bermanfaat untuk rakyat.

Meninjau Pembangunan Talud di Kelurahan Kudu Kecamatan Genuk
Imam Mardjuki meninjau Pembangunan Penerangan jalan di Kelurahan Sawah Besar
Imam Mardjuki meninjau pembangunan talud di Tlogosari

Fahri Hamzah Salah satu kandidat yang di ajukan PKS
Jakarta, pkssemarang.org - Gugatan pemohon terhadap UU MD3 telah di tolak oleh MK, dengan demikian semua Fraksi memiliki hak untuk mengajukan pasangan pimpinan DPR dan tidak lagi pemenang pemilu otomatis menjadi ketua DPR. PKS telah menyiapkan empat nama untuk diajukan sebagai calon pimpinan DPR tersebut.

Ketua DPP PKS Nasir Jamil mengatakan, empat nama yang diajukan sebagai pimpinan dewan tersebut adalah Hidayat Nur Wahid, Shohibul Iman, Mahfudz Sidiq dan Fahri Hamzah. Keempat nama ini telah di konsultasikan ke Majelis Syuro Partai.

“Ada tokoh muda dan senior. Jadi, nama-nama ini sudah dikonsultasikan ke Majelis Syuro partai. Tapi, belum tahu nanti bagaimana pastinya,” kata Jamil dikutip dari detik.com (29/9).

Mengomentasi putusan MK, Jamil mengapresiasi MK yang telah menolak gugatan PDIP. Jamil menilai PDIP sebenarnya tidak punya legal standing untuk menggugat UU MD3 ke MK. Pasalnya, partai berlambang moncong putih itu ikut serta hingga proses pembahasan dengan sejumlah kadernya. Meskipun saat pengambilan putusan di paripurna, fraksi PDIP menyatakan walk out.

“Kalau bicara demokrasi, putusan itu putusan lembaga bukan fraksi atau partai per partai di DPR. Ini jadi putusan lembaga yaitu DPR. Kecuali kalau dia (PDIP) kayak Partai Bulan Bintang yang enggak punya anggota di parlemen, baru bisa gugat ke MK,” kata Anggota Komisi III DPR tersebut.