sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Terbaru

Kiprah Dewan

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Agenda Struktur

Kabar DPC

Pelayanan

Kaderisasi

Perempuan

Kolom

Galery Kegiatan

Ustad Afif
Semarang, pkssemarang.org -- Di era digital ini, banyak orang dapat mencari semua informasi melalui internet, termasuk pengetahuan tentang ilmu-ilmu agama. Namun Kader PKS diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan internet untuk memperdalam ilmu agama, namun harus datang kepada Ustad yang memiliki kapasitas.

Hal ini disampaikan oleh kader senior PKS Semarang Ustad Muhammad Afif Lc saat mengisi acara taskif rutin yang diadakan oleh DPC Banyumanik 19 Oktober 2014. Beliau menegaskan,bahwa dalam kaidah dakwah, mencari ilmu itu langsung datang kepada sumbernya, tidak melalui internet, buku dan lainnya.

Perkembangan teknologi selain ada dampak positif juga ada dampak negatif, salah satunya adalah keengganan untuk mengikuti pengajian-pengajian rutin yang diisi oleh ustad yang memiliki kapasitas dengan alasan dapat mencari sendiri melalui internet dan buku.

"Dalam kaidah dakwah, jika kita ingin menambah kapasitas keilmuan kita, maka kita harus mendatangi sumbernya atau datang kepada seorang ustad, sedangkan internet, buku dan lainnya itu hanyalah sebuah sarana, jadi setiap kader PKS harus punya ustad" terang Afif.

Ustad Afif yang pernah menjadi anggota dewan PKS periode 2004-2009 dan 2009-2014 ini mengungkapkan kader haruslah pro aktif untuk mengikuti sarana kaderisasi yang telah dibuat, tidak hanya pertemuan kelompok pembinaan pekanan, tapi juga di harapkan menghadiri taskit yang membedah ilmu keislaman lebih dalam.

"Sarana pembinaan kader bukan hanya halaqoh pekanan, namun juga taskit yang akan membedah keilmuan keIslaman lebih dalam, nara sumbernyapun adalah Ustad-ustad yang memiliki ilmu dan kapasitas, untuk itu semua kader mengikuti" tegas Afif.


Pembangunan TOL
Semarang, pkssemarang.org -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah meminta Gubernur Ganjar Pranowo bersikap proaktif dalam proses pembebasan tanah yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo.

Ketua Fraksi PKS Jateng, Hadi Santoso mengatakan bahwa kondisi saat ini, proses pembebasan tanah Jalan Tol Bawen-Solo di Kabupaten Semarang yang membutuhkan lahan seluas 276 hektare belum ada perkembangan sama sekali, meskipun dii Kota Salatiga sudah dibebaskan tanah seluas 10,06 hektare dari total 14,17 hektare.

“Realisasi pembebasan tanah di Kabupaten Boyolali baru mencapai 9,09 persen atau baru 13,76 hektare yang dibebaskan dari 151,45 hektare,” kata Hadi kepada wartawan.

Dikatakan Hadi, perlu diambil langkah-langkah proaktif dari semua pihak yang terkait agar proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo segera terealisasi.

“Masyarakat sudah menunggu lama pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo dan semakin lambannya proses pembebasan tanah ini justru akan memunculkan spekulan-spekulan baru di tengah masyarakat,” kata pria yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng ini.

Diketahui, konstruksi jalan tol Bawen-Solo yang melintasi Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Boyolali itu terbagi dalam tiga seksi serta sembilan paket pengerjaan. Proyek pengerjaan jalan tol Bawen-Solo dengan panjang total 49,81 kilometer itu memerlukan pembebasan lahan sekitar 350 hektare yang berada di 47 desa dan 34 kecamatan.

Sementara, ruas jalan tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer.